Keuntungan dan Kelemahan Berbisnis Dengan Metode Dropshipping

Share on:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram
dropshipping-3264486_960_720

Table of Contents

Bagi anda yang ingin memulai berbisnis online namun binggung dengan masalah dana operasional dan inventaris. Anda kini dapat menerapkan metode bisnis droppshipping. Jika anda belum familiar dengan istilah droppshing adalah suatu teknik pemasaran/penjualan dimana penjual tidak memiliki stok barang yang siap dikirim, dan ketika penjual mendapatkan order, penjual tersebut langsung meneruskan order dan detail pengiriman langsung dikirimkan ke pada distributor atau supplier. Berikut keuntungan dan kelemahan dari  metode bisnis droppshiping yang anda harus ketahui:

1. Bebas Menentukan Lokasi

 

Keuntungan pertama adalah anda bebas menentukan dan menjalankan bisnis anda di lokasi mana pun.

“In the last few years I’ve lived in Vietnam, South America, and Thailand. With a dropshipping business, you really can live and work from wherever you want” – Anton Kraly, Founder & CEO of the website DropshipLifestyl

Anda dapat menjalankan bisnis dropshipping dimana pun tidak seperti bisnis-bisnis lainnya.

 

2. Tanpa Modal Inventaris

Keuntungan lainnya adalah anda tidak memerlukan modal untuk inventaris bisnis anda. Ketika anda memulai dripshipping, anda tidak perlu mengeluarkan dana untuk inventaris anda.

Nyatanya, jika anda adalah penjual pada umumnya, dana untuk inventaris akan menguras kantong anda. Anda harus memiliki stok barang untuk dijual.

 

3. Tidak Ada Sistem Pengembalian Barang

 

Keuntungan lainnya adalah tidak ada sistem pengembalian barang. Jika pembeli atau konsumen ingin mengembalikan barang, anda harus mengirimkan pernyataan pengembalian barang dari supplier kepada konsumen anda.

Tapi masalah ini tidak akan menimpa anda. Jika anda menjalankan bisnis dropshipping, anda tidak perlu mengembalikan barang dengan membuat konsumen datang ke tempat anda.

Mereka hanya perlu mengirimkan langsung kepada supplier anda, dan berdasarkan ketentuan yang berlaku yang diberikan supplier adalah anda harus mengirimkan atau mengganti barang yang sudah anda kirimkan kepada konsumen.

 

4. Menggumpulkan Data yang Telah Dibayarkan

 

Keuntungan lanjutan dari bisnis dropshipping adalah mengumpulkan data yang telah dibayarkan.

Contohnya, jika anda ingin membuat brand lampu; anda ingin menjualnya sendiri. Lalu, anda berpikir ingin membuat produk anda sendiri, itu akan membutuhkan dana yang besar di muka.

Sebelum anda menghabiskan uang pada bisnis yang besar, memiliki produk sendiri, dan mencoba memasarkannya… Kami merekomendasikan anda untuk memulai bisnis dropshipping.

Ketika anda menjalankan bisnis dropshipping, anda akan mulai belajar bagaimana cara menjual. Anda dapat menemukan apa saja kebutuhan konsumen dan membuat riset produk sebelum anda membuat produk anda sendir, dll.

 

5.  Mudah Dikembangkan

 

Keuntungan besar lainnya dari bisnis dropshipping adalah mudah untuk dikembangkan. Contohnya, Jika anda menghasilkan $100.000 setiap tahunya dari hasil penjualan menggunakan sistem dropshipping, ini sangat mudah untuk membangun toko dengan hasil yang sama. Anda juga dapat mengembangkannya lebih luas lagi.

Kami selalu merekomendasikan untuk memulai bisnis dengan metode dropshipping, sehingga anda dapat benar-benar belajar cara berbisnis dan bergelut handal di dunia bisnis.

 

6. Anda Membangun Aset yang Berkembang

 

Keuntungan lainnya dari mengembangkan bisnis dropshipping adalah anda membangun aset yang nyata. Saat anda memulai bisnis ini , anda mungkin tidak menyadarinya, tetapi toko dropshipping sangatlah familiar dikalangan masyarakat.

Berikut adalah contoh produk apa yang dijual dalam bisnis dropshipping

Contohnya, anda membangun bisnis dropshipping dan kauntungan anda adalah $1.000 per bulan. Ini adalah keuntungan dasar yang masuk akal yang didapatkan oleh setiap orang. Tetapi toko tersebut dapat menguntungkan hingga $20.000.

Suatu yang lebih menguntungkan lagi dalah bisnis dropshipping adalah Empire Flippers. Empire flippers adalah marketplace untuk membeli dan menjual toko dropshipping dalam harga yang mahal, mulai dari ribuan hingga miliaran.

Berikut adalah beberapa toko dropshippping yang dijual dalam Empier Flippers. Anda dapat melihatnya sendiri sebagai berikut.

 Kelemahan Bisnis Dropshipping

Sekarang kami mulai membandingkan kelemahan bisnis dropshipping dengan bisnis pribadi yang memiliki produk sendiri.

1.  Keuntungan Lebih Sedikit

Pertama adalah omset yang kecil. Karena anda menjual produk orang lain , keuntungan akan lebih kecil dibandingkan anda memiliki produk sendiri.

Ketika anda pergi ke China dan membeli barang, anda dapat melakukan tawar-menawar untuk mendapatkan harga terrendah. Karena anda melakukan aktivitas dan melakukan tanggung jawab yang lebih besar. Profit anda akan meningkat. Jadi, menggunakan dropshipping, memungkinkan anda mendapatkan profit margin yang lebih kecil dibandingkan anda memiliki produk sendiri.

 

2.  Tidak Dapat Mengontrol Inventaris

Hal lainnya yang tidak menguntungkan adalah anda tidak dapat mengontrol inventaris. Contohnya, anda menjual banyak barang, tetapi ketika ada pesanan lagi, barang yang dinginkan sudah abis.

Konsumen anda tetap ingin membeli produk dari anda , tetapi anda tidak dapat memenuhi pesanan tersebut. Anda akan kehilangan banyak keuntungan yang potensial, karena anda tidak dapat mengontrol inventaris.

3.  Resiko Kompetitor yang Tinggi.

 

Kelemahan yang terakhir dari dropshipping adalah banyaknya resiko kompetitor dari bisnis ini. Jika anda menjual produk anda sendiri secara online, dan anda menggunkakan nama “Anton Chandeliers”, orang lain tidak dapat menggunakan nama atau brand tersebut. Kekita anda memulai bisnis dropshipping, artinya anda menjual produk orang lain. Kompetitor yang sama akan banyak menjamur.

 

Don't forget to share this post!

Share on:

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram

Share on:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on telegram

Subscribe to Our Blog

Stay up to date with the latest marketing, sales, and service tips and news on eCommerce in Southeast Asia market.

We’re committed to your privacy. Boxme uses the information you provide to us to contact you about our relevant content, products, and services. You may unsubscribe from these communications at any time. For more information, check out our privacy policy.

Expand your Business to Southeast Asia​